Thursday, November 24, 2005
8 July 2001
HEIDELBERG
Bagai lumut yang tumbuh
di sela2 batuan jalanan
kota tuamu memanggil jejakku
menyulut cinta yang tak pernah mati
Angin merintih di pegunungan
Puing2 diam
menyesali muram perpisahan
Kastil rinduku
masih tegak disana
merah tersentuh mentari asa
namun rapuh berkesan
alam yang
tak sanggup ku lawan
Lamat2 kuingat,
kecupan erat
kala lonceng gereja berdentang
bersama airmatamu tergenang
mengaliri sungai Neckar
Di menara jembatan itu
aku termangu
Merenda haru
cinta kita tak mungkin bersatu
Ingin rasanya
hidup di masa dulu
Aku jadi ksatria
tak gentar merebutmu
menyandang pedang dan sumpah setia
Romantika adalah
perjuangan
memanjat tebing tinggi
puri,
tempat hatimu tertawan
Heidelberg,
di jantungmu
kutitipkan separuh jiwaku
Posted at 01:45 am by Katon Bagaskara
Monday, February 21, 2005
Kereta Cepat I.C.E
Hannover - Berlin
9 July 2001
I.C.E
Tanpa riuh kereta terus laju
di tiap rodanya terlumas semangatku
Dari balik kaca jendela kutatap
awan kenangan bergeriap
kejar berlari dengan
libur yang hampir usai
Disini,
di sakuku
tertitip segenggam inspirasi
mendesak dada ambisi
tak sabar lagi
Oh….datanglah musim dinanti
Serumpun karya segar
siap dituai
Posted at 05:16 pm by Katon Bagaskara
Thursday, February 10, 2005
Manhattan Beach
Los Angeles, 8 November 2003
OBSESI PUTIH
Langit jernih biru
yang memayungi kerinduanku,
gerak awan putih membayangi
hamparan perasaanku tiada bertepi
di luas samutra penantian
Buih ombak terbang yang mengiringi keyakinanku
deburan jantung mengaliri sepi
telah sekian kali musim dingin berganti
kehangatanmu terasa s’lalu menemani
Setiap pagi,
kala terbitnya mentari
kutemui senyumanmu
Sepanjang hari
melangkah di pasir mimpi
kumendengar,
desiran swaramu
Setiap malam,
berbincang dengan sang bulan
kudapati, ceritamu
Sepanjang waktu,
menyusuri pantai hati
kumelihat
cahaya parasmu
Posted at 11:07 pm by Katon Bagaskara
Wednesday, February 09, 2005
Bandara Soekarno-Hatta
Jakarta, 12 Mei 2000
GELISAH
Mengais tenaga,
mengusir kantuk
Ini hari awal
Rangkaian penat bakal menjejal
Lagi-lagi terbawa
butiran resah gelitiki benakku
Hidup………oh hidup!
Mesti dijalani,
lengkap dengan misterinya
mengintip di balik tikungan
yang akan kulewati
Pengapnya hidup
udara yang terhirup
kadang beraroma
yang tak kusuka
Dari jauh kupandang
tepekur meringkuk
satu sosok
(yang ternyata)
tak bisa lepas
satu sentipun
daripadaMu
Posted at 11:02 pm by Katon Bagaskara
Tuesday, February 08, 2005
Paviliun SMP Asisi, Tebet
Jakarta 1983
KAU DAN PUISI
Kau bagiku
adalah jelmaan puisi
kerap kutemui
pada raut pagi
di antara daun basah
dan bau tanah lembab,
senyum matahari
merah tembaga mega
di cakrawala,
semilir bayu menerpa
mengusik hati hampa
pada larut malam
pesta bintang gemintang
kala bulan jadi raja
Saat hati menjerit
berkawan dentingan
dawai-dawai gitar
Kau bagiku
adalah jelmaan puisi
siratan harap nurani
meski batin di dalam
belum lagi berani
Posted at 08:03 pm by Katon Bagaskara